banner

Showing posts with label jokowi. Show all posts
Showing posts with label jokowi. Show all posts

Saturday, February 27, 2016

Menanti Jokowi remiskan kembali PSSI

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyatakan keputusan apakah akan mencabut atau tidak pembekuan terhadap PSSI akan diputuskan dalam satu sampai dua hari ke depan. Pernyataan itu seperti angin segar bagi persepakbolaan di tanah air.

"Dalam waktu 1-2 hari akan kami putuskan. Kami diberi kesempatan untuk mengkaji dari aspek hukum, dari aspek politis termasuk kesepakatan-kesepakatan yang dulu pernah disampaikan oleh FIFA ke Presiden. Tapi dalam 1 sampai 2 hari ini pasti akan kami sampaikan," kata Imam di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (24/2).

Hari yang dinanti itu pun tiba. Menteri Imam memberikan keterangan resmi. Tapi isinya ternyata bukanlah sebuah keputusan, hanya menyampaian hasil kajian bersama Kemenpora, BOPI dan Tim Ad Hoc Reformasi PSSI. 

Politisi PKB ini mengatakan, Presiden Joko Widodo memberikan tugas ke Kemenpora untuk mengkaji soal nasib PSSI. 

Kajian pencabutan sanksi terhadap PSSI tersebut, lanjut Imam, sudah selesai dilakukan.

"Sehingga tugas yang telah diserahkan kepada saya oleh presiden dengan mepertimbangkan seluruh aspek, maka sore hari ini kami sudah menyelesaikan kajian itu. Sehingga hari Senin yang akan datang kami akan laporkan kepada presiden," terang Imam di kantornya, Jumat (27/2).

Imam juga mengaku tidak pernah melakukan pembekuan terhadap Persatuan SepakbolaSeluruh Indonesia (PSSI). Yang ada, kata dia, selama ini PSSI hanya diberikan sanksi administrasi.

"Dalam kesempatan kali ini, kami tidak pernah membekukan kepada PSSI. Kami hanya berikan sanksi kepada PSSI tidak diakui kegiatannya secara administratif," kata Imam di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (26/2).

Sebelumnya, Juru Bicara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Gatot Dewabroto justru menegaskan belum ada perintah presiden untuk mencabut sanksi ke PSSI. Pernyataan Gatot ini berbanding terbalik dengan atasannya.

Gatot menyampaikan itu usai bertemu dengan Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi, Kepala Staf Kepresidenan Teten 

Masduki dan Staf Tim Komunikasi Kepresidenan, Ari Dwipayana di Istana. Menurutnya, pencabutan sanksi PSSI belum bisa dipastikan waktunya.

"Belum ke sana (pencabutan sanksi PSSI) arahnya. Sudah ada konfirmasi dari mereka yang hadir tadi (Johan Budi, Teten Masduki, Ari Dwipayana) dan sudah dikonfirmasi langsung kepada bapak Presiden, informasinya A1 (valid) bahwa presiden tidak pernah memerintahkan bahwa dalam dua hari ini ada pencabutan (sanksi PSSI)," kata Gatot di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (26/2).

Yang dimaksud dengan penyampaian dalam waktu dekat, kata Gatot yaitu penyampaian pandangan setelah Presiden Joko Widodo mempelajari laporan Menpora, Imam Nachrawi dan proposal yang diajukan Ketua Komite Ad Hoc, Agum Gumelar.

"Yang disampaikan itu pandangan presiden terkait pertemuan beberapa hari lalu," tambah dia.

Sekretaris Kabinet, Pramono Anung berharap apa pun yang diputuskan Menpora publik tidak menjadikan sebagai permasalahan baru. Tentunya keputusan yang diambil sudah mempertimbangkan banyak hal termasuk dan merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo.

"Jadi kalau itu jangan kemudian dipolemikkan, merasa yang ada tidak menyampaikan secara proporsional semua orang yang menyampaikan atas nama presiden," tandasnya.Menanti Jokowi 'hidupkan' PSSI

Thursday, September 20, 2012

Hitung Cepat Pilih Jokowi-Ahok Pimpin Jakarta


TEMPO.CO, Jakarta - Hitung cepat versi Lingkaran Survei Indonesia menunjukkan pasangan Jokowi-Ahok memimpin dengan 53,75 persen. Menyalip pasangan inkumben Fauzi Bowo-dan Nachrowi Ramli dengan 46,25 persen.

Hasil yang tak beda jauh juga ditunjukkan dari Lembaga Survei di Indonesia. Suara dari pasangan nomor urut tiga itu memimpin dengan posisi 53, 77 persen. Adapun pasangan nomor urut satu mengantongi presentasi 46,23 persen.

Terakhir dari Indobarometer, suara calon yang disokong PDI-Perjuangan ini menguasai 54,3 persen. Perolehan itu mengagalkan ambisi inkumben Fauzi Bowo yang hanya meraup 45,7 persen suara.

Meski memudahkan para pendukung untuk melihat perjuangan para kandidat, ternyata hitung cepat ini dianggap menyalahi aturan. Indonesia Media Watch mengadukan dua stasiun televisi yang dianggap melanggar aturan jadwal penayangan hitung cepat (quick count) ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Mereka mengadukan Metro TV dan TVone karena menggaungkan hitung cepat dimulai pukul 11.30 WIB. Padahal Komisi Penyiaran Indonesia Daerah menyarankan hitung cepat dimulai pukul 13.00 WIB. Hasil pantauan Tempo, hitung cepat memang diawali pada pukul 1 siang. Tapi acaranya yang diisi bincang-bincang sudah dimulai sejam sebelumnya.

Rata-rata selisih perolehan suara Foke dan Jokowi sebesar 9,4 persen. Angka inilah serupa dengan angka pemilih mengambang yang ditulis sebagai headline utama Koran Temp0, Kamis, 20 September 2012. "Swing voter bisa menyumbang suara tambahan hingga 40 persen," ujar peneliti senior Lembaga Survei Indonesia Burhanudin Muhtadi.

Belum ada analisa dan jawaban resmi tentang kemenangan sementara pria asal Solo ini. Tapi kini seluruh pendukung Jokowi yang memeriahkan Jakarta dengan baju kotak-kotak, siap berpesta dan tentunya menagih janji-janji kampanye.

Napi Cipinang Rayakan Kemenangan Jokowi



TEMPO.CO, Jakarta - Teriakan kegembiraan terus menggema di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang usai penghitungan suara Pemilihan Gubernur DKI Jakarta putaran kedua. Dari pantauan Tempo, warga binaan masih berkeliling mengitari lapangan yang menjadi tempat pemungutan suara sambil meneriakkan yel-yel kemenangan Joko Widodo.

“Hidup Jokowi,” sorak beberapa narapidana Lapas Cipinang ketika petugas lapas tengah merapikan lapangan lapas yang menjadi lokasi pencoblosan Kamis, 20 September 2012. Di sisi lain lapas yang bersisian dengan kamar warga binaan, terdengar pula beberapa pemuda tengah bernyanyi merayakan kemenangan Joko Widodo. Padahal, penghitungan suara sudah lama selesai.

Di Lapas Cipinang, Joko Widodo menang dengan perolehan sebanyak 609 suara. Sedangkan Fauzi Bowo memperoleh 196 suara warga binaan dan suara yang tidak sah berjumlah 12 suara. Adapun narapidana yang menjadi daftar pemilih tetap berjumlah 1.434 orang. Mereka mencoblos di lima tempat pengutan suara yang dibangun di dalam lapas.

Penghitungan suara di Lapas Cipinang dimulai pukul 13.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 14.30 WIB. Namun hingga menjelang sore, para warga binaan masih merayakan suka citanya atas kemenangan Joko Widodo dalam perebutan kursi DKI 1.

Joko Widodo Tak Temui Relawan di Rumah Prijanto


TEMPO.CO, Jakarta -Ratusan relawan Jokowi-Ahok akhirnya membubarkan diri pukul 21.30 WIB dari depan rumah wakil gubernur DKI, Prijanto di Jalan Otista III, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur. Sebab, Jokowi yang ditunggu-tunggu tak bisa menemui mereka.

Afriansyah Noor, koordinator relawan mengatakan, Jokowi tidak bisa hadir karena sedang ada siaran langsung wawancara dengan salah satu stasiun televisi swasta. Rupanya ada kurang koordinasi di antara para pengatur agenda Jokowi.

"Beliau tadinya berkenan hadir sehabis Magrib. Tiba-tiba kondisi badannya drop karena cape. Tiba di sini 21.30 WIB ternyata ada acara live di televisi," ujar Ferry, Kamis 20 September 2012 malam. "Karena itu kami yang tadi dijanjikan, merelakan."

Meski batal bertemu jagoan mereka, para relawan mengaku tidak kecewa. "Tidak masalah enggak jadi datang. Kami paham karena kondisinya memang sibuk, kami maklumi," kata dia.

Walau malam ini batal ke Cipinang Cempedak, kata Ferry, besok pagi Jokowi bertandang ke rumah Prijanto. Tapi, bukan untuk bertemu relawan. "Untuk urusan pribadi," katanya.