Showing posts with label berita heboh terkini. Show all posts
Showing posts with label berita heboh terkini. Show all posts
Thursday, October 11, 2012
Wakapolri: Tak Usah Munafik, Kalau Hanya dari Gaji Nggak Akan Cukup
Jakarta Wakapolri Komjen Pol Nanan Sukarna mengungkap soal pemberantasan korupsi yang sulit dilakukan. Salah satu persoalannya soal kebutuhan gaji yang belum memadai. Tak heran kalau perjuangan menolak gratifikasi adalah hal yang sulit dilakukan.
"Jadi kita nggak usah munafik, termasuk saya. Kalau hanya dari gaji nggak akan cukup. Yang jelas bagaimana caranya kita tidak boleh menerima gratifikasi apapun bentuknya. Komitmen ini yang berat," jelas Nanan dalam diskusi Komisi Kejaksaan di Hotel Atlet Century, Jakarta, Kamis (11/10/2012)
Nanan mengaku, tak heran kalau dirinya kerap ribut dengan atasannya soal urusan itu. Dirinya tetap berupaya menjaga integritas pimpinan dan lembaga.
"Termasuk saya melawan ini. Ribut dnegan pimpinan terus. Namun untuk menjaga pimpinan dan institusi, saya terus lawan. Kalau ribut prbadi saya mengalah, kalau tentang ini enggak," jelasnya.
Nanan menegaskan, yang utama bagi kepolisian bagaimana polisi bisa menjadi pelayan dan menjamin kualitas polisi yang anti-KKN dengan hanya mengandalkan gaji semata dan menolak gratifikasi.
"Selama kita memberatkan bawahan, tidak akan selesai yang namanya korupsi," tuturnya.
PKS Lirik Deddy Mizwar untuk Dampingi Ahmad Heryawan
JAKARTA,Partai Keadilan Sejahtera akan kembali mengusung Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan untuk kembali mencalonkan diri dalam Pemilu Gubernur Jawa Barat tahun 2013. PKS juga melirik aktor kawakan Deddy Mizwar sebagai calon wakil gubernur pendamping Ahmad.
"Untuk cagub Jabar, secara kesepakatan sudah, kami berharap Pak Heryawan dapat maju lagi. Penetapan tinggal menunggu wakil saja," kata Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mahfudz Siddiq di kompleks Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (11/10/2012).Mahfudz menyatakan, partainya masih mencari wakil yang akan diduetkan dengan Heryawan. Komunikasi dengan parpol lain pun terbuka karena PKS masih kurang satu kursi di tingkat legislatif. Sejumlah partai yang didekati adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Gerindra, dan Partai Hanura.Selain melakukan pendekatan ke partai, PKS juga sudah melakukan pendekatan secara perseorangan ke aktor Deddy Mizwar. "Ke PDI-P sudah melakukan komunikasi, Hanura sudah, Gerindra juga sudah termasuk pendekatan ke perseorangan, seperti Deddy Mizwar. Komunikasi ke dia (Deddy) sering," kata Mahfudz.Nama Deddy kembali mencuat dalam pemilihan gubernur Jawa Barat yang akan dilangsungkan pada tahun depan. Sebelumnya, Deddy akan diduetkan dengan Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilkada DKI Jakarta. Namun, Jokowi akhirnya berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama. Aktor senior pemeran Jenderal Naga Bonar itu pernah mencalonkan diri dari jalur independen sebagai calon wakil presiden RI bersama dengan Brigadir Jenderal Saurip Kadi.
Neneng Cemburu Angie Diperlakukan Istimewa oleh KPK
JAKARTA - Tersangka korupsi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), Neneng Sri Wahyuni, merasa diperlakukan tidak adil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Keinginannya agar bisa pindah tahanan ke Lembaga Pemasyarakatan Pondok Bambu, Jakarta Timur, seperti yang diterima terdakwa suap pembangunan Wisma Atlet Sea Games, Angelina Sondakh, ditolak penyidik.
"Saya mau pindah ke Pondok Bambu tidak dikasih sama sini. Masa saya tidak, tapi Angie (sapaan akrab Angelina Sondakh) boleh," kata Neneng Sri Wahyuni usai diperiksa di kantor KPK, Jakarta, Rabu (10/10/2012).
Sejak menjalani pemeriksaan perdana hingga akhirnya menghuni tahanan KPK, 14 Juni 2012, Neneng tidak pernah sekalipun mau berbicara. Meski sudah ditodong banyak pertanyaan oleh para wartawan, Neneng selalu berlalu pergi tanpa sepatah kata.
Namun, ketika berkas pemeriksaannya dinyatakan rampung dan segera masuk ke pengadilan, Neneng akhirnya berbicara. Usai menandatangani berkas pemeriksaan, Neneng juga mengaku rindu kepada tiga anaknya. "Saya cuma pingin ketemu sama anak-anak saya," kata Neneng mengeluh.
KPK hari ini melimpahkan berkas Neneng ke penuntutan. Juru bicara KPK, Johan Budi, mengatakan Neneng sudah menandatangai berkas pemeriksaan. "Hari ini NSW diperiksa untuk melengkapi berkas perkaranya. Hari ini, berkas NSW direncanakan tahap 2 atau P2.," ujar Johan Budi, dalam pesan singkatnya hari ini. (put)
Subscribe to:
Posts (Atom)



